Magister Hukum Unimal Raih Akreditasi Unggul

Lhokseumawe – Alhamdulillahirabbil’alamin, kabar gembira datang dari Universitas Malikussaleh (Unimal). Pada 9 September 2025, Program Studi Magister Hukum resmi meraih predikat Akreditasi Unggul, sebuah capaian istimewa yang semakin mengukuhkan komitmen Unimal dalam menghadirkan pendidikan hukum yang berkualitas dan berdaya saing.

Unimal Resmi Buka Program Doktor Ilmu Hukum, Pertama Sejak Kampus Berdiri

Aceh Utara,Universitas Malikussaleh (Unimal) kembali mencatat tonggak penting dalam sejarah pengembangannya sebagai perguruan tinggi negeri strategis di barat Indonesia. Melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 629/B/O/2025, Unimal resmi diberikan izin pembukaan dua program studi baru, yakni Program Doktor Ilmu Hukum dan Program Magister Ilmu Komunikasi.

Mahasiswa FH Unimal Jadi Finalis Nasional LRIC 2025 di Universitas Padjadjaran

Lhokseumawe-Tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan berhasil menjadi finalis pada ajang Law Research Institute Conference (LRIC) 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran.

Dosen Magister Hukum Unimal Kaji Indikasi Geografis Beras Organik Beutong Ateuh

Dosen Magister Hukum Unimal Kaji Indikasi Geografis Beras Organik Beutong Ateuh

Nagan Raya, 31/7/25, Tim peneliti dari Program Magister Ilmu Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) melakukan kajian strategis terkait pengelolaan pengetahuan tradisional dalam mendukung proses pendaftaran Indikasi Geografis (IG) terhadap produk beras organik asal Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya.

Mahasiswa Unimal Ikuti KKN Internasional ITERA di Lampung, Usung Isu Perubahan Iklim

Lhokseumawe – Lima mahasiswa Universitas Malikussaleh terpilih mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Onsite Course yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Kegiatan ini berlangsung sejak Senin, 21 Juli hingga 23 Agustus 2025 dan dilaksanakan di dua kabupaten di Provinsi Lampung, yaitu Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Pesawaran.

Program KKN Internasional tahun ini mengangkat tema “Developing Educotourism Villages for Climate Change Mitigation”, yang bertujuan membangun desa wisata edukatif berbasis lingkungan sebagai bentuk kontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim. Kegiatan ini diikuti oleh 213 mahasiswa, terdiri dari 177 peserta dari perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia serta 36 mahasiswa asing dari enam negara, yakni Yaman, Myanmar, Nigeria, Palestina, Malaysia, dan Thailand.

Kelima mahasiswa yang mewakili Universitas Malikussaleh adalah Najla Rihadatul Aisy (Ilmu Politik), Kamila Mazaya Balqis (Fakultas Kedokteran), Sri Fadila (Teknik Kimia), Ihwal Faiz (Agribisnis), dan Nazwa Salsabila (Hukum). Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi ketat yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unimal.

Sekretaris LPPM Unimal, Dr. Muhammad Fikry, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek. “Kami menilai dari sisi capaian akademik hingga kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, karena kegiatan ini berskala internasional dan menuntut kolaborasi lintas negara,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan bekerja dalam tim multinasional untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada isu-isu keberlanjutan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Dr. Fikry menambahkan bahwa partisipasi mahasiswa Unimal dalam KKN Internasional ini menjadi bukti komitmen universitas dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa secara global. “Kami berharap mereka dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di kampus dan sekaligus memperluas jejaring internasional,” tambahnya.

Program KKN Internasional ini merupakan hasil kolaborasi lintas budaya dan institusi, yang tidak hanya memberikan pengalaman praktik lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga membentuk generasi muda yang peka terhadap tantangan global serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (FRN)

Source: LPMH